Perbaikan Jalur Penghubung Batu-Malang Ditargetkan Usai Sebelum Akhir Tahun 2022

bayu pratama
.
Rabu, 30 November 2022 | 15:25 WIB
perbaikan jalan penghubung batu-malang (jurnal pagi)

Batu, iNews.id - Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, sempat terjadi tanah longsor di kawasan Batu, tepatnya di Jalan Raya Giripurno dan Jalan Raya Karangploso yang pada hari Sabtu (26/11/2022) lalu. Kejadian longsor ini persisnya di Jurang susuh tepian Kota Batu-Kabupaten Malang.

Karena menjadi akses jalan utama, maka hal jalan tersebut akan langsung diperbaiki oleh pihak terkait. Dan bahkan ditargetkan untuk perbaikan ini bakalan rampung sebelum pergantian tahun, tentu tujuannya agar akses jalan roda empat dan kendaraan berat bisa melintas dengan aman.

Agung Sedayu, Kepala BPBD Kota Batu menjelaskan, pembaruan jalan akan memakai anggaran belanja tidak terduga (BTT) dari pemerintah Kota Batu. Dan masalah perbaikan ini pun sempat dibahas dalam rapat ODP bersamaan dengan Wali Kota Batu beberapa waktu lalu.

Sekarang ini pihak BPBD Kota Batu masih lakukan koordinir dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu untuk perbaikan jalan yang rusak akibat longsor pekan lalu tersebut.

Dalam pada itu, Alfi Nurhidayat, Kepala DPUPR Kota Batu menyampaikan, pihaknya saat ini tengah menguatkan kajian detil teknis berkaitan perbaikan jalan keluar-masuk Kota Batu disebelah utara tersebut yang menyambungkan di antara Kota Batu-Malang tersebut.

Ada banyak metode pembaruan infrastruktur jalan yang digunakan supaya selekasnya jalan utama tersebut bisa kembali dilalui oleh kendaraan roda 4 seperti sebelumnya.

Salah satunya pembaruan secara manual, beton sampai grouting.

Penanganan cepat perlu dilaksanakan agar kembali maksimal saat sebelum akhir tahun nanti, mengingat saat akhir tahun arus kendaraan pasti alami kenaikan wisatawan terutamanya yang menuju ke Batu.

"Akan kami mantapkan dahulu pengkajian teknisnya. Paling 1-2 hari usai menentukan sistem perbaikannya sekalian kebutuhan anggaran. Jika pembaruan manual waktunya mencukupi, kami gunakan itu, biayanya murah. Dibandingkan teknologi tinggi, tetapi waktunya lama dan biayanya mahal," tutur Alfi Nurhidayat.

Editor : Dean Ismail

Follow Berita iNews Batu di Google News

Bagikan Artikel Ini