Mas Dhito Lakukan Inovasi Dalam Upaya Pengembangan Nanas PK-1

Dean Ismail
.
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 13:51 WIB
upaya pembenihann nanas PK-1 (instagram.com/@dinaskominfo_kedirikab)

BATU, iNews.id - Banyaknya masyarakat yang mengaku dan tertarik sama manisnya nanas Pasir Kelud (PK-1), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memiliki komitmen meningkatkan nanas favorit Kabupaten Kediri itu dimulai dari pembenihan sampai peningkatan kawasan.

Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito ini mengatakan, dari demikian jenis nanas yang di budidayakan di Kabupaten Kediri, nanas PK-1 sebagai nanas favorit.

Nanas yang mempunyai ciri-ciri mata buah lebar dan tidak ke dalam sehingga gampang untuk dimakan itu dikenali karena rasanya yang manis.

"Kita akan kembangkan dimulai dari pembenihan sampai peningkatan kawasan budidaya nanas pasir kelud ini (PK-1)," ucapnya, dikutip dari akun instagram @dinaskominfo_kedirikab.

Berbeda dari tipe nanas yang lain, pengembangan nanas PK-1 banyak terhalang dalam pembenihan. Karena, untuk tipe nanas ini jarang-jarang ada tunas baru disekitaran tangkai seperti yang umum muncul di jenis nanas lain.

Karena itu, pengembangan dalam pembenihan dilaksanakan untuk memenuhi keperluan benih.

Dengan detil, Anang Widodo, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri sampaikan, pengembangan pembenihan yang sudah dilakukan lewat stek batang di mana langkah ini tidak ada di lain tempat dan di Indonesia baru berada di Kabupaten Kediri.

Disamping stek batang, dilaksanakan juga peningkatan dengan kultur jaringan.

Lokasi peningkatan pembenihan dan kawasan budidaya nanas PK-1 ada di Kecamatan Ngancar. Adapun lokasi pembenihan nanas PK-1 secara stek batang yang awalnya baru satu titik di Dusun Ngancar tahun 2022 ini ditambahkan tujuh titik.

Pemerintahan Kabupaten Kediri lewat Dispertabun sudah lakukan publikasi pengembangan nanas PK-1 dengan menggandeng perbankan dan OJK berkaitan pendanaan.

Adapun untuk penuhi keperluan pemupukan, dilaksanakan usaha meningkatkan pupuk hayati khusus nanas.

Editor : Bayu Pratama
Bagikan Artikel Ini